Selamat Hari Raya Idul Fitri 1435 H

by

Segenap jajaran direksi, staff dan karyawan LP3I Tasikmalaya mengucapkan:

Taqabbalallahu minna wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Jaalanallaahu minal aidin wal faizin, asalukal afwan zahiran wa bathinan.

Semoga Allah menerima amal amal baik kita juga puasa kita sekalian. Dan semoga Allah menjadikan kita sebagai orang yang termasuk kedalam golongan orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang. Mohon maaf lahir dan bathin.

Remaping Kelas KA Angkatan 2013/2014 – Untuk Semester 2014/2015

by

Untuk menyesuaikan kondisi KBM jurusan Komputer Akuntansi Angkatan 2013/2014 maka ada beberapa perubahan/penyesuaian komposisi kelas seperti pada gambar berikut ini:

Keterangan lebih lanjut bisa menghubungi bagian pendidikan. Untuk mendownload file excel-nya silahkan klik link ini.

Jadwal Kuliah Umum Semester Ganjil Tahun Akademik 2014/2015 (Junior & Senior)

by

Atau anda bisa download disini: Download Jadwal Kuliah Umum

Kewirausahaan/Entrepreneurship

by

Kewirausahaan pertama kali muncul pada abad 18 diawali dengan penemuan-penemuan baru seperti mesin uap, mesin pemintal, dll. Tujuan utama mereka adalah pertumbuhan dan perluasan organisasi melalui inovasi dan kreativitas. Keuntungan dan kekayaan bukan tujuan utama. Secara sederhana arti wirausahawan (entrepreneur) adalah orang yang berjiwa berani mengambil resiko untuk membuka usaha dalam berbagai kesempatan Berjiwa berani mengambil resiko artinya bermental mandiri dan berani memulai usaha, tanpa diliputi rasa takut atau cemas sekalipun dalam kondisi tidak pasti. (Kasmir, 2007 : 18).

Pengertian kewirausahaan relatif berbeda-beda antar para ahli/sumber acuan dengan titik berat perhatian atau penekanan yang berbeda-beda, diantaranya adalah penciptaan organisasi baru (Gartner, 1988), menjalankan kombinasi (kegiatan) yang baru (Schumpeter, 1934), ekplorasi berbagai peluang (Kirzner, 1973), menghadapi ketidakpastian (Knight, 1921), dan mendapatkan secara bersama faktor-faktor produksi (Say, 1803).

Beberapa definisi tentang kewirausahaan tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:
a. Richard Cantillon (1775) : Kewirausahaan didefinisikan sebagai bekerja sendiri (self-employment). Seorang wirausahawan membeli barang saat ini pada harga tertentu dan menjualnya pada masa yang akan datang dengan harga tidak menentu. Jadi definisi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang menghadapi resiko atau ketidakpastian.
b. Jean Baptista Say (1816) : Seorang wirausahawan adalah agen yang menyatukan berbagai alat-alat produksi dan menemukan nilai dari produksinya.
c. Frank Knight (1921) : Wirausahawan mencoba untuk memprediksi dan menyikapi perubahan pasar. Definisi ini menekankan pada peranan wirausahawan dalam menghadapi ketidakpastian pada dinamika pasar. Seorang worausahawan disyaratkan untuk melaksanakan fungsi-fungsi manajerial mendasar seperti pengarahan dan pengawasan
d. Joseph Schumpeter (1934) : Wirausahawan adalah seorang inovator yang mengimplementasikan perubahanperubahan di dalam pasar melalui kombinasi-kombinasi baru.

Salah satu kesimpulan yang bisa ditarik dari berbagai pengertian tersebut adalah bahwa kewirausahaan dipandang sebagai fungsi yang mencakup eksploitasi peluangpeluang yang muncul di pasar. Eksploitasi tersebut sebagian besar berhubungan dengan pengarahan dan atau kombinasi input yang produktif. Seorang wirausahawan selalu diharuskan menghadapi resiko atau peluang yang muncul, serta sering dikaitkan dengan tindakan yang kreatif dan innovatif. Wirausahawan adalah orang yang merubah nilai sumber daya, tenaga kerja, bahan dan faktor produksi lainnya menjadi lebih besar daripada sebelumnya dan juga orang yang melakukan perubahan, inovasi dan cara-cara baru. Selain itu, seorang wirausahawan menjalankan peranan manajerial dalam kegiatannya, tetapi manajemen rutin pada operasi yang sedang berjalan tidak digolongkan sebagai kewirausahaan. Seorang individu mungkin menunjukkan fungsi kewirausahaan ketika membentuk sebuah organisasi, tetapi selanjutnya menjalankan fungsi manajerial tanpa menjalankan fungsi kewirausahaany
Kesimpulan lain dari kewirausahaan adalah proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul resiko finansial, psikologi dan sosial yang menyertainya, serta menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi.
Istilah wirausaha muncul kemudian setelah dan sebagai padanan wiraswasta yang sejak awal sebagian orang masih kurang sreg dengan kata swasta. Persepsi tentang wirausaha sama dengan wiraswasta sebagai padanan entrepreneur. Perbedaannya adalah pada penekanan pada kemandirian (swasta) pada wiraswasta dan pada usaha (bisnis) pada wirausaha. Istilah wirausaha kini makin banyak digunakan orang terutama karena memang penekanan pada segi bisnisnya. Walaupun demikian mengingat tantangan yang dihadapi oleh generasi muda pada saat ini banyak pada bidang lapangan kerja, maka pendidikan wiraswasta mengarah untuk survival dan kemandirian seharusnya lebih ditonjolkan.
Sedikit perbedaan persepsi wirausaha dan wiraswasta harus dipahami, terutama oleh para pengajar agar arah dan tujuan pendidikan yang diberikan tidak salah. Jika yang diharapkan dari pendidikan yang diberikan adalah sosok atau individu yang lebih bermental baja atau dengan kata lain lebih memiliki kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasarn advirsity (AQ) yang berperan untuk hidup (menghadapi tantangan hidup dan kehidupan) maka pendidikan wiraswasta yang lebih tepat. Sebaliknya jika arah dan tujuan pendidikan adalah untuk menghasilkan sosok individu yang lebih lihai dalam bisnis atau uang, atau agar lebih memiliki kecerdasan finansial (FQ) maka yang lebih tepat adalah pendidikan wirausaha. Karena kedua aspek itu sama pentingnya, maka pendidikan yang diberikan sekarang lebih cenderung kedua aspek itu dengan menggunakan kata wirausaha. Persepsi wirausaha kini mencakup baik aspek financial maupun personal, sosial, dan profesional (Soesarsono, 2002 : 48)

2. Ciri dan Watak Wirausaha
a. Percaya diri Keyakinan, ketidaktergantungan, individualistis, dan optimisme
b. Berorientasi pada tugas dan hasil Kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras, mempunyai dorongan kuat, energetik dan inisiatif
c. Pengambilan resiko Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar dan suka tantangan
d. Kepemimpinan Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik
e. Keorisinilan Inovatif dan kreatif serta fleksibel
f. Berorientasi ke masa depan Pandanga ke depan, perspektif Dalam konteks bisnis, seorang entrepreneur membuka usaha baru (new ventures) yang menyebabkan munculnya produk baru arau ide tentang penyelenggaraan jasa-jasa.

3. Karakteristik tipikal entrepreneur (Schermerhorn Jr, 1999) :
a. Lokus pengendalian internal
b. Tingkat energi tinggi
c. Kebutuhan tinggi akan prestasi
d. Toleransi terhadap ambiguitas
e. Kepercayaan diri
f. Berorientasi pada action

4. Karakteristik Wirausahawan (Masykur W)
a. Keinginan untuk berprestasi
b. Keinginan untuk bertanggung jawab
c. Preferensi kepada resiko menengah
d. Persepsi kepada kemungkian berhasil
e. Rangsangan untuk umpan balik
f. Aktivitas Energik
g. Orientasi ke masa depan
h. Ketrampilan dalam pengorganisasian
i. Sikap terhadap uang

5. Wirausahawan yang berhasil mempunyai standar prestasi (n Ach) tinggi. Potensi kewirausahaan tersebut dapat dilihat sebagai berikut : (Masykur, Winardi)

a. Kemampuan inovatif
b. Toleransi terhadap kemenduaan (ambiguity)
c. Keinginan untuk berprestasi
d. Kemampuan perencanaan realistis
e. Kepemimpinan berorientasi pada tujuan
f. Obyektivitas
g. Tanggung jawab pribadi
h. Kemampuan beradaptasi (Flexibility)
i. Kemampuan sebagai pengorganisator dan administrator
j. Tingkat komitmen tinggi (survival)

6. Jenis Kewirausahaan (Williamson, 1961)
a. Innovating Entrepreneurship: Bereksperimentasi secara agresif, trampil mempraktekkan transformasi-transformasi atraktif
b. Imitative Entrepreneurship: Meniru inovasi yang berhasil dari para Innovating Entrepreneur
c. Fabian Entrepreneurship: Sikap yang teramat berhati-hati dan sikap skeptikal tetapi yang segera melaksanakan peniruan-peniruan menjadi jelas sekali, apabila mereka tidak melakukan hal tersebut, mereka akan kehilangan posisi relatif pada industri yang bersangkutan.
d. Drone Entrepreneurship: Drone = malas. Penolakan untuk memanfaatkan peluang-peluang untuk melaksanakan perubahan-perubahan dalam rumus produksi sekalipun hal tersbut akan mengakibatkan mereka merugi diandingkan dengan produsen lain. Di banyak negara berkembang masih terdapat jenis entrepreneurship yang lain yang disebut sebagai Parasitic Entrepreneurship, dalam konteks ilmu ekonomi disebut sebagai Rent-seekers (pemburu rente). (Winardi, 1977)

7. Proses Kewirausahaan
Tahap-tahap Kewirausahaan Secara umum tahap-tahap melakukan wirausaha :
a) Tahap memulai, tahap di mana seseorang yang berniat untuk melakukan usaha mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan, diawali dengan melihat peluang usaha baru yang mungkin apakah membuka usaha baru, melakukan akuisisi, atau melakukan franchising. Juga memilih jenis usaha yang akan dilakukan apakah di bidang pertanian, industri / manufaktur / produksi atau jasa.
b) Tahap melaksanakan usaha atau diringkas dengan tahap jalan, tahap ini seorang wirausahawan mengelola berbagai aspek yang terkait dengan usahanya, mencakup aspek-aspek : pembiayaan, SDM, kepemilikan, organisasi, kepemimpinan yang meliputi bagaimana mengambil resiko dan mengambil keputusan, pemasaran, dan melakukan evaluasi.
c) Mempertahankan usaha, tahap di mana wirausahawan berdasarkan hasil yang telah dicapai melakukan analisis perkembangan yang dicapai untuk ditindaklanjuti sesuai dengan kondisi yang dihadapi
d) Mengembangkan usaha, tahap di mana jika hasil yang diperoleh tergolong positif atau mengalami perkembangan atau dapat bertahan maka perluasan usaha menjadi salah satu pilihan yang mungkin diambil.

Menurut Carol Noore yang dikutip oleh Bygrave (1996 : 3), proses kewirausahaan diawali dengan adanya inovasi. Inovasi tersebut dipengeruhi oleh berbagai faktor baik yang berasal dari pribadi maupun di luar pribadi, seperti pendidikan, sosiologi, organisasi, kebudayaan dan lingkungan. Faktor-faktor tersebut membentuk locus of control, kreativitas, keinovasian, implementasi, dan pertumbuhan yang kemudian berkembangan menjadi wirausaha yang besar. Secara internal, keinovasian dipengaruhi oleh faktor yang bersal dari individu, seperti locus of control, toleransi, nilai-nilai, pendidikan, pengalaman. Sedangkan faktor yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi diantaranya model peran, aktivitas, dan peluang. Oleh karena itu, inovasi berkembangan menajdi kewirausahaan melalui proses yang dipengrauhi lingkungan, organisasi dan keluarga (Suryana, 2001 : 34).

Secara ringkas, model proses kewirausahaan mencakup tahap-tahap berikut (Alma, 2007: 10 sd 12) :
1. proses inovasi
2. proses pemicu
3. proses pelaksanaan
4. proses pertumbuhan

Berdasarkan analisis pustaka terkait kewirausahaan, diketahui bahwa aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam melakukan wirausaha adalah :
a. mencari peluang usaha baru : lama usaha dilakukan, dan jenis usaha yang pernah dilakukan
b. pembiayaan : pendanaan, jumlah dan sumber-sumber dana
c. SDM : tenaga kerja yang dipergunakan
d. kepemilikan : peran-peran dalam pelaksanaan usaha
e. organisasi : pembagian kerja diantara tenaga kerja yang dimiliki
f. kepemimpinan : kejujuran, agama, tujuan jangka panjang, proses manajerial (POAC)
g. Pemasaran : lokasi dan tempat usaha
4. Faktor-faktor Motivasi Berwirausaha

Ciri-ciri wirausaha yang berhasil (Kasmir, 27 sd 28)
a. Memiliki visi dan tujuan yang jelas. Hal ini berfungsi untuk menebak ke mana langkah dan arah yang dituju sehingga dapat diketahui langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha tersebut
b. Inisiatif dan selalu proaktif. Ini merupakan ciri mendasar di mana pengusaha tidak hanya menunggu sesuatu terjadi, tetapi terlebih dahulu memulai dan mencari peluang sebagai pelopor dalam berbagai kegiatan.
c. Berorientasi pada prestasi. Pengusaha yang sukses selalu mengejar prestasi yang lebih baik daripada prestasi sebelumnya. Mutu produk, pelayanan yang diberikan, serta kepuasan pelanggan menjadi perhatian utama. Setiap waktu segala aktifitas usaha yang dijalankan selalu dievaluasi dan harus lebih baik disbanding sebelumnya.
d. Berani mengambil risiko. Hal ini merupakan sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha kapanpun dan dimanapun, baik dalam bentuk uang maupun waktu.
e. Kerja keras. Jam kerja pengusaha tidak terbatas pada waktu, di mana ada peluang di situ dia datang. Kadang-kadang seorang pengusaha sulit untuk mengatur waktu kerjanya. Benaknya selalu memikirkan kemajuan usahanya. Ide-ide baru selalu mendorongnya untuk bekerja kerjas merealisasikannya. Tidak ada kata sulit dan tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan.
f. Bertanggungjawab terhadap segala aktifitas yang dijalankannya, baik sekarang maupun yang akan datang. Tanggungjawab seorang pengusaha tidak hanya pada segi material, tetapi juga moral kepada berbagai pihak.
g. Komitmen pada berbagai pihak merupakan ciri yang harus dipegang teguh dan harus ditepati. Komitmen untuk melakukan sesuatu memang merupakan kewajiban untuk segera ditepati dana direalisasikan.
h. Mengembangkan dan memelihara hubungan baik dengan berbagai pihak, baik yang berhubungan langsung dengan usaha yang dijalankan maupun tidak. Hubungan baik yang perlu dlijalankan, antara lain kepada : para pelanggan, pemerintah, pemasok, serta masyarakat luas.

Dari analisis pengalaman di lapangan, ciri-ciri wirausaha yang pokok untuk dapat berhasil dapat dirangkum dalam tiga sikap, yaitu :
a. jujur, dalam arti berani untuk mengemukakan kondisi sebenarnya dari usaha yang dijalankan, dan mau melaksanakan kegiatan usahanya sesuai dengan kemampuannya. Hal ini diperlukan karena dengan sikap tersebut cenderung akan membuat pembeli mempunyai kepercayaan yang tinggi kepada pengusaha sehingga mau dengan rela untuk menjadi pelanggan dalam jangka waktu panjang ke depan
b. mempunyai tujuan jangka panjang, dalam arti mempunyai gambaran yang jelas mengenai perkembangan akhir dari usaha yang dilaksanakan. Hal ini untuk dapat memberikan motivasi yang besar kepada pelaku wirausaha untuk dapat melakukan kerja walaupun pada saat yang bersamaan hasil yang diharapkan masih juga belum dapat diperoleh.
c. selalu taat berdoa, yang merupakan penyerahan diri kepada Tuhan untuk meminta apa yang diinginkan dan menerima apapun hasil yang diperoleh. Dalam bahasa lain, dapat dikemukakan bahwa manusia yang berusaha, tetapi Tuhan-lah yang menentukan. Dengan demikian berdoa merupakan salah satu terapi bagi pemeliharaan usaha untuk mencapai cita-cita.

Kompetensi perlu dimiliki oleh wirausahawan seperti halnya profesi lain dalam kehidupan, kompetensi ini mendukungnya ke arah kesuksesan. Dan & Bradstreet business Credit Service (1993 : 1) mengemukakan 10 kompetensi yang harus dimiliki, yaitu :
1. knowing your business, yaitu mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Dengan kata lain, seorang wirausahawan harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan dilakukan.
2. knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengenalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministrasikan, dan membukukan kegiatan-kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis berarti memahami kiat, cara, proses dan pengelolaan semua sumberdaya perusahaan secara efektif dan efisien.
3. having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang sempurna terhadap usaha yang dilakukannya. Dia harus bersikap seperti pedagang, industriawan, pengusaha, eksekutif yang sunggung-sungguh dan tidak setengah hati.
4. having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya bentuk materi tetapi juga rohani. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu, cukup uang, cukup tenaga, tempat dan mental.
5. managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan / mengelola keuangan, secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannnya secara tepat, dan mengendalikannya secara akurat.
6. managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
7. managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan / memotivasi, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
8. statisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat dan memuaskan.
9. knowing Hozu to Compete, yaitu mengetahui strategi / cara bersaing. Wirausaha harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weaks), peluang (opportunity), dan ancaman (threat), dirinya dan pesaing. Dia harus menggunakan analisis SWOT sebaik terhadap dirinya dan terhadap pesaing.
10. copying with regulation and paper work, yaitu membuat aturan / pedoman yang jelas tersurat, tidak tersirat. (Triton, 2007 :137 sd 139)

Delapan anak tangga menuju puncak karir berwirausaha (Alma, 106 sd 109), terdiri atas:
1. mau kerja keras (capacity for hard work)
2. bekerjasama dengan orang lain (getting things done with and through people)
3. penampilan yang baik (good appearance)
4. yakin (self confidence)
5. pandai membuat keputusan (making sound decision)
6. mau menambah ilmu pengetahuan (college education)
7. ambisi untuk maju (ambition drive)
8. pandai berkomunikasi (ability to communicate)

Source:http://ekonomi.kompasiana.com/wirausaha/2013/04/14/artikel-entrepreneurship-551394.html

Isra’ Mi’raj Sebagai Momen Untuk Meningkatkan Kualitas Iman dan Taqwa

by

Sesuai dengan visi LP3I, mencetak Sumber Daya Manusia yang profesional, beriman dan bertaqwa, kampus LP3I Tasikmalaya juga senantiasa mengadakan kegiatan-kegiatan yang bersifat keagamaan. Dalam momen kali ini (meman hari besar islam, Isra miraj) kampus beserta para anggota UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) bekerja sama mengadakan sebuah kegiatan yang didalamnya ada perlombaan dan juga acara ceremonial.

Perlombaan yang diadakan antara lain perlombaan pidato dan kaligrafi, perlombaan ini diikuti oleh perwakilan dari tiap-tiap kelas. Untuk perlombaan pidato dimenangkan oleh Evi Wulansari dan Dedi. Sedangkan untuk perlombaan kaligrafi dimenangkan oleh Doni dan Dwi. Untuk acara ceremonial, diadakan pengajian dengan mendatangkan penceramah Ustadz Jakaria.

Kunjungan Ke Perusahaan CocaCola, Bandung TV, Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Barat

by

Seperti agenda kegiatan company visit sebelumnya, kegiatan company visit kali ini juga tidak jauh berbeda, akan tetapi kali ini 3 tempat sekaligus yang didatangi oleh mahasiswa/i LP3I Tasikmalaya, ya benar sekali seperti pada judul artikel ini CocaCola, Bandung TV dan juga kantor Kearsipan dan perpustakaan daerah Jawa barat menjadi 3 destinasi yang diagendakan dalam company visit ini. Kegiatan ini diikuti oleh masing masing mahasiswa/i program studi KA, OM & BA.

Jalannya kegiatan: Kunjungan pertama diarahkan ke perusahaan CocaCola, sesampainya di lokasi rombongan disambut dengan ramah oleh pihak perusahaan dan langsung disambut dengan acara ramah tamah, perwakilan dari LP3I Tasikmalaya pun memberikan sedikit sambutan tentang maksud dan tujuan dari company visit ini, setelah itu baru lah pihak CocaCola memberikan sedikit gambaran tentang keberadaan perusahaan dan sekaligus memperkenalkannya pada mahasiswa/i. Diutarakan juga oleh pihak CocaCola bagaiman strategi mereka sebagai perusahaan bersekala internasional dan market plan mereka sehingga mereka masih dapat eksis sampai sekarang. Mahasiswa diberikan gambaran tentang bagaimana caranya pihak perusahaan merintis, memproduksi hingga mendistribusikan produk sampai ke pelosok-pelosok negri. Pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan ini, mahasiswa/i diajak untuk menjadi enterpreneur yang handal dan nyata karena untuk meraih sukses itu perlu perjuangan yang panjang serta keuletan, ketrampilan dan keberanian. Setelah acara dialog selesai, rombongan diajak untuk langsung melihat proses produksi dari mulai pembuatan kemasan, pengepakan dan pendistribusiannya.

Perjalanan selanjutnya adalah menuju gedung kearsipan dan perpustakaan provinsi Jawa Barat. Kegiatan direncanakan dimulai pukul 13.00 WIB namun karena kondisi lalu lintas kota bandung yang sangat padat mengakibatkan rombongan tiba di lokasi pukul 14.30 WIB. Setelah samapi di tempat tujuan, pihak kantor kearsipan dan perpusda memberikan sedikit sambutan lalu rombongan langsung digiring menuju kawasan kantor agar dapat meninjau langsung tentang proses pengelolaan kearsipan dari mulai proses pengumpulan data, penyimpanan, hingga pelburan data. Singkat saja waktu yang rombongan miliki rombongan untuk mengeksplorasi perpusda, hanya 15 menit namun waktu tersebut tidak disiasiakan karena ada pengetahuan baru yang didapat dengan kunjungan ke kantor kearsipan dan perpusda ini.

Tujuan terakhir adalah Bandung TV, sesampainya di lokasi pihak Bandung TV memberikan smabutannya. Karena ruangan yang tidak terlalu besar dan jumlah rombongan pun lebih dari 130 orang maka mau tidak mau anggota rombongan sedikit berdesak-desakan di ruangan tersebut. Mangaer Bandung TV pun memberikan sedikit paparan mengenai perusahaan yang ia pimpin tersebut, setelah itu rombongan diajak sedikit berkeliling lokasi.

Seminar dan Workshop Sepeda Motor Honda

by

Guna meningkatkan kualitas dan kemampuan mahasiswa khususnya dalam kegiatan ini adalah mahasiswa Teknik Otomotif (TO), maka diadakanlah sebuah seminar dan workshop yang dilaksanakan pada tanggal 20 april 2014 bertempat di kampus LP3I Tasikmalaya dengan narasumber Sdr. Andri Priajaya yang merupaikan mekanik di Honda Niaga Redja Abadi juga merupakan alumni LP3I Tasikmalaya angkatan tahun 2008.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi, dimana sesi pertama diisi dengan pemberian materi (atau seminar) yang dilakukan di auditorium LP3I Tasikmalaya dan sesi kedua dilanjutkan dengan praktek langsung (workshop) di tempat praktek (Lab Otomotif).

- Jalannya seminar
Materi yang diberikan dalam seminar ini meliputi pengenalan teknologi terbaru dari honda yaitu PGM-Fi yang sudah teraplikasikan di motor-motor terbaru honda, seperti BeAT, Vario, CBR dll. selain itu disampaikan pula mengenai pengenalan sensor, komponen dan letak sensor pada kendaraan, tata cara tune-up kendaraan/motor honda juga disampaiakan.

 

- Jalannya Workshop
Kegiatan workshop ini menggunakan teknik langsung praktek pada sepeda motor honda yang sudah disediakan, diantaranya motor BeAT, Vario dan CBR, praktek pertama adalah tune-up yang menyambung dari materi yang disampaikan pada seminar langsung diaplikasikan pada praktek langsung, setelah itu ada praktek perbaikan modul PGM-Fi, diangnosik DTC, dan penanganan trouble shooting pada PGM-Fi.

“Meriahkan Kartini-Mu” With LP3I Tasikmalaya

by

Senin, 20 april 2014 LP3I Tasikmalaya ikut memeriahkan semangat hari Kartini. Yes!!! benar sekali, kenapa? karena hari Kartini diperingati sebagai penghormatan atas wujud perjuangan kaum perempuan dalam menuntut asas persamaan terhadap hak-hak wanita yang dulunya selalu dipandang bearada dibawah derajat laki-laki hal ini yang kemudian kita kenal dengan emansipasi wanita. Walaupun sosok pahlawan nasional yang lahir di Jepara, Jawa Tengah, 21 April 1879 ini hanya berkutat di jawa tengah saja namun kisah, cerita dan perjalanan hidupnya menjadi inspirasi di seluruh negri dan hal itu yang membuatnya ditetapkan sebagai pahlawan nasional oleh presiden pertama Republik Indonesia, Bpk. Ir. Soekarno pada tanggal 2 Mei 1964 melalui Kepres No. 108 Tahun 1964.

Kertini Mu… Kartini Kita… LP3I Tasikmalaya menggelar acara roadshow open car di 2 tempat berbeda, di Dadaha dan alun-alun Tasikmalaya. PAra ibu-ibu yang menjadi target digiring menuju mobil LP3I untuk mengungkapkan persaannya tentang hari kartini baik itu berupa lisan ataupun tulisan (di banner yang telah disediakan) yang menggambarkan harapan-harapannya. Setelah itu para ibu-ibu diganjar sebuah undian yang berhadiahkan peralatan rumah tangga, hal ini semakin membuat para ibu-ibu antusias karena undian ini gratis alias tidak dipungut biaya.

Event ini sebagai bentuk terima kasih LP3I Tasikmalaya pada segenap warga Tasikmalaya khususnya karena telah mendukung LP3I Tasikmalaya menjadi salah satu lembaga pendidikan yang paling bergengsi di Tasikmalaya, event ini juga menjadi bukti bahwa LP3I Tasikmalaya sangat menghargai para pahlawan (wanita khususnya) juga mendukung penuh emansipasi wanita. Raihlah impianmu dan jadilah wanita sukses, LP3I Bergengsi Pasti!!!

Sharing Alumni dan Pelatihan “Ruby”

by

Keseimbangan antara softskill dan hardskill menjadi fokus utama pendidikan di LP3I Tasikmalaya, hal ini menjadi penting karena selain menyiapkan lulusannya yang memiliki keterampilan praktis untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan terampil, cepat dan akurat, mereka pun harus memiliki karakter yang sesuai dengan kebutuhan dunia i9ndustri atau bidang pekerjaannya. dalam rangka mengasah hardskill dan softskill tersebut, bagian pendidikan bekerja sama dengan sub UKM bidang LCC (LP3I Computer Club) menyelenggarakan kegiatan sharing alumni dan pelatihan bahasa pemrograman Rubi pada tanggal 19 april 2014 di Ruang Auditorium Kampus LP3I Tasikmalaya, dengan peserta berasal dari mahasiswa program Tekhnik Informatika (TI) dari kalas junior hingga senior.

Konsep hardskill didapat dari berbagai disiplin ilmu tentang bahasa pemrograman Ruby yang tengah menjadi trend di dunia IT, sementara konsep softskill didapat dari sharing expreience alumni yang juga menjadi pemateri dalam kegiatan tersebut. Kegiatan ini menghadirkan 2 alumni LP3I Tasikmalaya yang telah sukses dan menjadi profesional di bidangnya, yakni Dandy Derisetiya Hairwan dan Dika Setiadi. Kedua pemateri berbagi pada para peserta tentang perjalanan mereka menapaki dunia kerja yang selama ini menjadi impiannya.

Dandy yang telah bekerja sebagai programer di salah satu perusahaan IT tidak hanya sharing tentang pengalamannya saja, tetapi juga berbagi ilmu dengan junior-juniornya tentang bahasa pemrograman Ruby. “Ilmu itu untuk dibagi dan saya bangga bisa berbagi ilmu.” kata Dandy. Terlihat keseriusan para peserta dalam mengikuti jalannya pengenalan tentang Ruby. Kegiatan ini pun semakin “memanas” ketika pemateri lain yaitu Dika memaparkan tentang pengalamannya selama duduk di bangku kuliah terpilih menjadi perwakilan Sit In (Program pengiriman mahasiswa LP3I ke luar negeri) dan bagaimana ia dipinang oleh perusahaan besar untuk menjadi karyawan. “Kalau biasanya orang lain melamar pekerjaan, saya bangga bisa dilamar pekerjaan. Perusahaan tempat saya bekerja juga membuat saya bisa berkunjung ke beberapa pulau dan beberapa daerah di Indonesia.” ungkapnya.

Kegiatan-kegiatan semacam ini memang sudah rutin dilaksanakan dan diagendakan dalam kalender akademik LP3I Tasikmalaya, tujuannya sekali lagi untuk membekali para mahasiswa/i LP3I Tasikmalaya dengan keterampilan baik yang bersifat hard (kemampuan penguasaan disiplin ilmu) dan soft (pembekalan mental) yang semoga hasilnya dapat membuat lulusan LP3I semakin berkualitas dan menjadi yang pilihan utama dalam dunia kerja.

Semarak Ulang Tahun LP3I ke 25

by

Meriahnya peringatah HUT (Hari Ulang Tahun) LP3I yang ke 25 juga terjadi di Kampus LP3I Tasikmalaya. Berbagai macam kegiatan dan perlombaan dilakukan dalam rangka menyambut HUT LP3I, kegiatan yang dibuat juga berorientasi pada edukasi mahasiswa dan menumbuhkan rasa memiliki atas LP3I dan juga memberi nuansa silaturahmi pada calon mahaiswa/i baru tahun 2014. Puji syukur kehadirat Alloh S.W.T pada tahun ini LP3I Tasikmalaya dapat meneyelenggarakan kegiatan intern dan extern,dimana kegiatan extern merupakan kegiatan/perlombaan yang diikuti oleh rekan-rekan dari SMA/SMK/MA se-Tasik, Ciamis, dan Banjar. Kegiatan untuk extern ini mencakup perlombaan futsal yang diikuti lebih dari 20 sekolah dan lomba cepat tepat (LCT) yang mana perlombaan futsal dimenangkan oleh SMA dan lomba cepat tepat dimenangkan oleh SMAN 2 Ciamis. Untuk kegiatan intern dikhususkan untuk para mahasiswa dan juga management dengan perlombaan dan kegiatan yang lebih banyak, diantaranya senam masala TNI yang khusus mengundang Bapak & Ibu dari Kodim, lomba debating bahasa inggris, video show, tenis meja, makan kerupuk, tarik tambang dan isi botol dengan air, sebelumnya juga diadakan perlombaan futsal antar kelas.
Puncak kegiatan dilakasanakan pada hari sabtu, 29 maret 2014. Kegiatan diawali dengan pengajian (syukuran) yang dihadiri oleh segenap Karyawan/management LP3I Tasikmalaya juga perwakilan kelas-kelas. Dalam kegiatan pengajian ini juga turut diundang adik-adik dari yayasan, diundangnya mereka tidak lain dan tidak bukan adalah agar kebahagiaan yang dirasakan seluruh civitas LP3I Tasikmalaya turut dirasakan pula oleh mereka. Kegiatan berikutnya adalah parade band yang diikuti oleh perwakilan kelas (yang telah diseleksi), alumni dan juga perwakilan sekolah yang khusus diundang. Selain itu kegiatan ini juga dimeriahkan oleh bazar dari para mahasiswa/i LP3I Tasikmalaya dan juga dari beberapa sponsor seperti COKODOT dan IM3. Semoga LP3I terus jaya dan luar biasa.

developed by IT Dept. LP3I Tasikmalaya
design by Sanny Rizky JatnikaAlumni LP3I Tasikmalaya Jurusan Teknik Informatika 2002 statcounter